YYZU LogoYYZU Ecosystem Wiki
Operasional DivisiSkema Project Management

Standardisasi Dokumentasi Proyek

Dokumentasi yang terstandardisasi bukan birokrasi tambahan, melainkan investasi untuk kualitas portofolio publik dan keberlanjutan kode. Halaman ini menyediakan templat resmi yang wajib digunakan oleh setiap tim proyek di YYZU.


Dokumen ini menyediakan templat resmi yang wajib digunakan oleh setiap tim proyek di ekosistem YYZU. Dokumentasi yang terstandardisasi sangat penting untuk menjaga kualitas portofolio publik, mempermudah serah terima kode, dan membangun kebiasaan mendokumentasikan keputusan teknis secara profesional.

Setiap tim wajib mematuhi standar dokumentasi berikut untuk menjaga kualitas portofolio publik dan keberlanjutan kode:


E. Template Problem Discovery Document - Diisi pada Sub-Fase 2A (Wajib untuk Mini Project & Collaborative Project)

# [Nama Tim] - Problem Discovery Document

## 1. Tema Project yang Ditetapkan
Tuliskan tema yang diberikan oleh BPH/Mentor.
- Contoh: Educational Technology

## 2. Proses Observasi
Jelaskan metode yang digunakan tim untuk memahami masalah.
- Metode: [Wawancara / Survei / Observasi Langsung / Riset Literatur]
- Jumlah responden/sumber: [angka]
- Waktu pelaksanaan: [tanggal]

## 3. Temuan Utama
Ringkaskan apa yang tim temukan dari observasi. Gunakan data dan fakta, bukan opini.
- Temuan 1: ...
- Temuan 2: ...
- Temuan 3: ...

## 4. Masalah yang Dipilih
Rumuskan satu masalah utama yang akan diselesaikan. Gunakan format:
"[Kelompok pengguna] mengalami [masalah spesifik] ketika [konteks situasi], yang mengakibatkan [dampak nyata]."

## 5. Alasan Pemilihan Masalah
Jelaskan mengapa masalah ini diprioritaskan dibanding temuan lain.
- Seberapa sering masalah ini terjadi?
- Seberapa besar dampaknya bagi pengguna?
- Apakah teknologi dapat menjadi solusi yang realistis?

## 6. Solusi Awal yang Diusulkan (Hipotesis)
Tuliskan solusi awal tim sebelum PRD dibuat. Ini bersifat hipotesis dan masih bisa berubah.
- Solusi yang diusulkan: ...
- Asumsi utama yang perlu divalidasi: ...

A. Template PRD (Product Requirement Document) - Diisi di Notion pada Fase Planning

# [Nama Proyek] - PRD

## 0. Referensi Problem Discovery
- Link Problem Discovery Document: [Tautan ke Notion]
- Masalah yang diselesaikan: [salin rumusan masalah dari Problem Discovery Document]

## 1. Latar Belakang (The Why)
Jelaskan masalah nyata yang ditemukan dari observasi dan mengapa solusi teknologi dibutuhkan.

## 2. Solusi & MVP Scope (The What)
Tuliskan fitur-fitur minimal yang WAJIB ada di proyek ini agar aplikasi bisa berfungsi.
- [Contoh] Fitur Login & Registrasi.
- [Contoh] Fitur Dashboard Transaksi.

## 3. Batasan Proyek (Out of Scope)
Tulis fitur yang TIDAK dibuat pada fase ini demi menjaga timeline pengerjaan.
- [Contoh] Fitur pembayaran otomatis via e-wallet (dimasukkan ke backlog).

## 4. Tautan Penting
- Link Figma: [Tautan ke Figma]
- Link GitHub: [Tautan ke Repositori]

B. Template README.md Repositori - Wajib di GitHub pada Fase Release

Catatan: Template ini bersifat generik dan wajib disesuaikan dengan tech stack aktual yang digunakan tim. Contoh-contoh di bawah hanya ilustratif - tim bebas memilih tools, bahasa, framework, dan platform deployment yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi mereka, sepanjang pilihan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dalam review Mentor.

# [Nama Aplikasi]

Aplikasi ini dibuat dalam program kolaborasi proyek YYZU (Tema: [Nama Tema Proyek]).

## Tech Stack
- Frontend: [isi dengan framework/library yang digunakan, misal: React, Vue, Svelte, plain HTML/CSS]
- Backend: [isi dengan runtime/framework yang digunakan, misal: Express, FastAPI, Laravel, atau serverless function]
- Database: [isi dengan database yang digunakan, misal: PostgreSQL, MySQL, SQLite, MongoDB]
- Deployment: [isi dengan platform yang digunakan, misal: Railway, Render, Fly.io, VPS, dsb.]

## Cara Menjalankan Proyek Secara Lokal (Local Setup)
1. Clone repositori ini: `git clone [link-repo]`
2. Install dependensi: [sesuaikan dengan package manager yang digunakan]
3. Konfigurasi environment: salin file `.env.example` menjadi `.env` dan isi variabel yang dibutuhkan
4. Setup database: [sesuaikan dengan ORM atau migration tool yang digunakan]
5. Jalankan server lokal: [sesuaikan dengan perintah start project]

## Kontak & Kontributor
- [Nama Project Leader] (Role: Project Leader / [Track]) - [Username GitHub]
- [Nama Member] (Role: [Track]) - [Username GitHub]

C. Dokumentasi Publik ( LinkedIn / Notion Showcase ) - Fase Release

Setiap tim wajib membuat ringkasan proyek yang ramah dibaca masyarakat umum dengan format:

  1. Screenshot / GIF Demo: Menampilkan cuplikan aplikasi yang berjalan.
  2. Cerita Singkat Perjalanan Tim: Penjelasan tantangan tim selama pengerjaan dan bagaimana cara mereka mengatasinya bersama.
  3. Link Demo Online: URL aplikasi aktif agar pembaca bisa mencoba langsung.

D. Catatan Retrospektif (Retrospective Notes) - Diisi Bersama pada Fase Release

Setiap tim wajib mendokumentasikan hasil evaluasi internal mereka dengan format:

# Catatan Retrospektif - Tim [Nama Tim]

## 1. What Went Well (Apa yang berjalan dengan sangat baik?)
Tuliskan keberhasilan tim yang harus dipertahankan.
- [Contoh] Komunikasi antar frontend dan backend sangat lancar menggunakan API contract.

## 2. What Went Wrong / Bottlenecks (Kendala apa saja yang dialami?)
Tuliskan hambatan teknis atau komunikasi yang mengganggu jalannya proyek.
- [Contoh] Estimasi pengerjaan fitur login terlalu singkat sehingga memakan waktu QA.

## 3. Action Items (Apa perbaikan konkret untuk proyek berikutnya?)
Tindakan nyata untuk mengatasi kekurangan di masa depan.
- [Contoh] Menyediakan waktu buffer 1 hari khusus untuk integrasi API di awal.

Referensi Dokumen Terkait

On this page

Last updated: Jul 5, 2026