YYZU LogoYYZU Ecosystem Wiki
YYZU Batch 1Product & PM

Workshop: Scrumban Workflow

Event: Workshop Scrumban YYZU Batch 1 Durasi: 2.5 jam (150 menit) Peserta: Semua talenta YYZU Batch 1


Daftar Isi

  1. Apa itu Scrumban?
  2. Kenapa YYZU Pakai Scrumban?
  3. Kanban Board: Cara Baca, Cara Pakai
  4. Sprint Ceremonies
  5. WIP Limit & Kenapa Penting
  6. Role dalam Tim
  7. Hands-on Exercise: Simulasi Sprint Planning

1. Apa itu Scrumban?

Scrumban adalah metodologi yang menggabungkan dua pendekatan Agile:

Scrum:

  • Sprint berdurasi tetap (time-boxed).
  • Ada ceremonies: planning, daily, review, retro.
  • Fokus pada iterasi dan peningkatan berkelanjutan.

Kanban:

  • Alur kerja visual di papan (board).
  • Fokus pada throughput dan mengurangi work-in-progress.
  • Tidak ada sprint, alirkan task terus menerus.

Scrumban:

  • Pakai sprint dari Scrum (ada siklus 2 mingguan).
  • Pakai Kanban board untuk visualisasi alur kerja.
  • Fleksibel: tidak seketat Scrum, lebih terstruktur dari Kanban murni.

2. Kenapa YYZU Pakai Scrumban?

  • Visualisasi jelas: Semua task terlihat di board. Siapa mengerjakan apa, status apa, semuanya transparan.
  • Fleksibel: Talenta dengan berbagai track (dev, design, PM, QA) bisa pakai framework yang sama tanpa harus mengikuti aturan Scrum yang kaku.
  • Disiplin waktu: Sprint 2 mingguan memaksa semua orang punya target dan deadline.
  • Kolaborasi lintas track: Kanban board memudahkan koordinasi saat kerja tim, baik dengan orang dari track sama maupun berbeda.
  • Mirip industri nyata: Banyak perusahaan tech pakai Scrumban atau variasinya. Talenta langsung terbiasa.

3. Kanban Board: Cara Baca, Cara Pakai

Kolom Standar

| Backlog | To Do | In Progress | Review | Done |
  • Backlog: Daftar semua task yang belum diprioritaskan.
  • To Do: Task yang sudah dipilih untuk sprint ini, belum dikerjakan.
  • In Progress: Sedang dikerjakan.
  • Review: Selesai dikerjakan, perlu review atau approval.
  • Done: Selesai dan disetujui.

Cara Pakai

  1. Buat task di kolom Backlog. Tulis deskripsi yang jelas.
  2. Sprint Planning: Pindahkan task dari Backlog ke To Do.
  3. Mulai kerja: Pindahkan task ke In Progress, assign ke diri sendiri.
  4. Selesai: Pindahkan ke Review.
  5. Disetujui: Pindahkan ke Done.

Aturan Penting

  • Satu task = satu hal. Jangan gabung banyak hal dalam satu task.
  • Task harus punya deskripsi, assignee, dan label/track.
  • Update board setiap hari, minimal sekali.
  • Kalau task tidak di board, berarti tidak ada.

4. Sprint Ceremonies

4.1 Sprint Planning

Apa: Sesi untuk menentukan task apa yang masuk sprint berikutnya. Kapan: Awal setiap sprint (Senin pertama sprint, atau Selasa jika Seni libur). Siapa: Semua anggota tim. Durasi: 30-60 menit.

Format:

  1. Review backlog: apa saja task yang tersedia.
  2. Estimasi: setiap task diberi estimasi ukuran (S, M, L).
  3. Pilih task: pindahkan dari Backlog ke To Do berdasarkan prioritas.
  4. Assign: setiap task punya penanggung jawab.
  5. Set goal: apa target sprint ini? (misal: "selesai prototype halaman utama").

Output: Kanban board terisi di kolom To Do, sprint goal jelas.

4.2 Daily Sync

Apa: Check-in singkat untuk update progres. Kapan: Setiap hari kerja (atau minimal 3x seminggu). Siapa: Semua anggota tim. Durasi: 15 menit (atau async via chat).

Format Standup (3 pertanyaan):

  1. Kemarin saya mengerjakan apa?
  2. Hari ini saya akan mengerjakan apa?
  3. Ada blocker atau halangan?

Async option: Jika tidak bisa meeting, tulis jawaban 3 pertanyaan di grup chat setiap hari sebelum jam 12:00 WIB.

4.3 Sprint Review

Apa: Presentasi hasil kerja sprint kepada tim dan mentor. Kapan: Akhir setiap sprint. Siapa: Semua anggota tim, mentor, dan panitia. Durasi: 30-60 menit.

Format:

  1. Demo: tunjukkan apa yang sudah selesai (screen recording, prototype, dokumen).
  2. Walkthrough Kanban board: task apa saja yang selesai, mana yang belum.
  3. Feedback dari mentor/tim.
  4. Catatan untuk perbaikan.

4.4 Retrospective

Apa: Refleksi proses kerja, bukan hasil produk. Kapan: Setelah Sprint Review, akhir setiap sprint. Siapa: Semua anggota tim. Durasi: 20-30 menit.

Format:

  1. What went well? Apa yang berjalan baik di sprint ini?
  2. What didn't go well? Apa yang bermasalah?
  3. Action items: Apa yang akan diperbaiki di sprint berikutnya?

Tips: Tulis semua di dokumen bersama. Action item harus spesifik dan punya penanggung jawab.


5. WIP Limit & Kenapa Penting

WIP (Work In Progress) Limit adalah batasan jumlah task yang boleh ada di kolom "In Progress" secara bersamaan.

Contoh

Jika WIP limit = 3, maka maksimal 3 task di kolom In Progress. Kalau mau mulai task ke-4, harus selesaikan salah satu dulu.

Kenapa Penting?

  1. Fokus. Terlalu banyak task paralel = tidak ada yang selesai.
  2. Kualitas. Lebih baik 2 task selesai dengan baik daripada 5 task setengah jadi.
  3. Deteksi bottleneck. Jika kolom In Progress penuh terus, berarti ada masalah di alur kerja.
  4. Kolaborasi. Jika kamu stuck, bisa bantu orang lain karena task kamu sudah di limit.

Rekomendasi WIP Limit

  • Individu: 1-2 task sekaligus.
  • Tim kecil (4 orang): 3-4 task sekaligus di In Progress.

6. Role dalam Tim

Project Leader (PL)

  • Memastikan sprint berjalan sesuai rencana.
  • Memimpin sprint planning, review, dan retro.
  • Memastikan semua anggota aktif dan berkontribusi.
  • Bukan bos. Koordinator.

Anggota

  • Kontribusi sesuai keahlian track masing-masing.
  • Mengerjakan task sesuai bidang: coding, desain, testing, dokumentasi, dll.
  • Update progres di Kanban board.
  • Berpartisipasi dalam review.

Komposisi tim wajib lintas track — anggota WAJIB berasal dari track berbeda (minimal 2 track berbeda dalam 1 tim). PL bisa dari track mana saja.


7. Hands-on Exercise: Simulasi Sprint Planning (30 menit)

Tujuan

Merasakan langsung bagaimana sprint planning bekerja.

Setup (5 menit)

  1. Bagi peserta ke dalam kelompok 4 orang.
  2. Setiap kelompok buat Kanban board sederhana (bisa pakai Trello, Notion, atau sticky notes di Miro).
  3. Tentukan PL untuk setiap kelompok.

Scenario

"Tim kalian diminta membuat landing page untuk platform edukasi online. Target: selesai dalam 1 sprint (2 minggu)."

Langkah (20 menit)

Step 1: Brainstorm task (5 menit)

  • Tulis semua task yang diperlukan untuk membuat landing page.
  • Contoh: desain hero section, buat wireframe, coding halaman, tulis copywriting, testing responsif, deploy.

Step 2: Estimasi (5 menit)

  • Setiap task diberi ukuran: S (1-2 hari), M (3-5 hari), L (5+ hari).
  • Diskusikan kenapa task tertentu ukurannya S, M, atau L.

Step 3: Pilih task untuk sprint (5 menit)

  • Dari semua task, pilih mana yang masuk sprint ini.
  • Pertimbangkan: prioritas, kapasitas tim, ketergantungan antar task.
  • Pindahkan ke kolom To Do.

Step 4: Assign task (5 menit)

  • Setiap task punya penanggung jawab.
  • Pastikan tidak ada orang yang kelebihan task.
  • Set WIP limit untuk In Progress.

Debrief (5 menit)

  • Diskusi: apa yang sulit? Bagaimana memutuskan prioritas?
  • PL share pengalaman jadi koordinator.
  • Fasilitator rangkum pembelajaran.

Rangkuman Workshop

KonsepIntinya
ScrumbanSprint dari Scrum + visualisasi dari Kanban
Kanban BoardVisualisasi alur kerja: Backlog > To Do > In Progress > Review > Done
Sprint PlanningTentukan task untuk sprint berikutnya
Daily Sync15 menit, 3 pertanyaan, setiap hari
Sprint ReviewDemo hasil kerja, ambil feedback
RetrospectiveRefleksi proses, buat action item
WIP LimitBatasi task paralel, fokus pada penyelesaian
Role

Catatan untuk Fasilitator

  • Pastikan semua peserta punya akses ke tool Kanban (Trello/Notion/Miro) sebelum workshop.
  • Hands-on exercise lebih penting daripada presentasi teori. Berikan minimal 30 menit untuk simulasi.
  • Jika ada peserta dari track non-dev, tekankan bahwa Scrumban juga berlaku untuk PM, QA, dan Designer.
  • Siapkan contoh Kanban board yang sudah terisi sebagai referensi visual.

Referensi

On this page